Rahmad Kurniawan

• •

⏃ A Quieter Place

Yesterday, my mood was through the roof. I was genuinely excited about things, feeling good, feeling alive, and then somehow, in the middle of the night, it just crashed.

It was strange how quickly the feeling changed. And maybe it made me realize that lately, there’s just been too much going on in my head.

I’ve been thinking about how much of my life exists on social media.

There is always something happening. Berita, opini, percakapan, hal-hal yang harus diikuti, hal-hal yang rasanya harus kita react entah itu konten sedih, lucu, haru, marah, dsb. Sometimes it gets a little too loud. Sampai akhirnya aku merasa seperti sedang menjalani dua kehidupan sekaligus: kehidupan yang benar-benar sedang dijalani, dan kehidupan yang terus bergulir di layar.

So, for a while, I think I need to step away. Breathe.

Bukan berarti aku nggak peduli dengan apa yang sedang terjadi di luar sana. I still care. I do. Aku masih pingin tahu apa yang terjadi, masih peduli dengan orang-orang dan hal-hal yang penting. Tapi mungkin, saya nggak harus selalu hadir di media sosial untuk membuktikan bahwa aku peduli dan aku ada.

I know it’s silly, tapi aku cuma memutuskan berhenti sebentar dari kebiasaan membagi hidup menjadi dua: ‘yang nyata’ dan ‘yang dibagikan’.

Maybe some moments can just be moments. Nggak perlu difoto, nggak perlu di-upload, nggak perlu diketahui siapa-siapa. Some thoughts can stay as thoughts. Some days can simply pass without becoming a story.

And perhaps, for now, I want to spend more time here.

Menulis, membaca, berpikir, atau sekadar duduk tanpa terlalu banyak suara dari luar.

Maybe this is what I need right now. Bukan buat ‘menghilang’, tapi untuk kembali sedikit lebih dekat dengan hidup yang sebenarnya. A quieter place to learn, to write, and to return to myself.