Malammu Memilikiku
Tadi, aku mimpi kita bertemu
dengan napas yang kelelahan,
kamu bilang ‘bukannya ini waktu yang tepat?’
aku membalas seutas senyum,
meraih pundak dan tanganmu.
Kita jalan beriringan,
tanganku kau tarik dan genggam dalam
tanpa peduli komentar banyak setan
malam ini milikmu memilikiku
kepala ini nyaman di pundakmu
Di tengah taman malam hari,
sentuhan bibir menghangatkan kasih
kita berdua sepasang yang jauh dari takut
menikmati bulan dan bintang
yang merayakan kami sepenuhnya
Aku tenggelam dalam hangatnya jarimu,
nyamannya pelukan dan genggaman,
tidak akan ku biarkan rasa lain mengganggu
semua ini hanya sekali datang,
karena semua ini hanya mimpi semalam.